Rabu, 29 Juli 2009
Produksi Suara dan Support
Sudah terbiasa dengan pernapasan diafragma dan sikap mulut sudah siap? OK. Sekarang saatnya produksi suara. Produksi suara yang baik adalah suara keluar bersamaan dengan udara keluar dari paru-paru kita. Jangan sampai udara keluar dulu, karena suara kita akan mendesah. Udara adalah medium bagi suara kita, bayangkan udara adalah bus kota, aneh kan kalo bus kota jalan duluan penumpangnya malah ngejar2 dari belakang? :D Semakin lama udara keluar bersama suara kita, perut kita harus semakin keras / kencang. Bayangkan sebuah pompa sepeda. Ketika tongkat di tekan untuk mengeluarkan udara, udara di tabung pompa akan semakin terkompres / tertekan. Nah, tongkat pompa itu adalah diafragma kita dan tabung pompa itu adalah perut kita. Jadi jangan sampai perut kita malah kendor. Cobalah berlatih dulu untuk humming selama 10 detik kemudian naik menjadi 15 detik dan seterusnya...
Kamis, 12 Februari 2009
Teknik Dasar - 2
Sudah terbiasa mengambil napas dengan pernapasan diafragma? Langkah berikutnya adalah mempersiapkan organ tubuh lain yang utama untuk bernyanyi yaitu mulut. Mulut kita adalah jalan keluar suara kita. BTW, suara adalah sebuah gelombang mekanik (longitudinal) karenanya ia butuh media untuk merambat yaitu udara yang kita simpan dalam paru-paru kita. Produksi suara yang baik ditentukan oleh sikap mulut kita. Yang terpenting adalah jangan sampai ada yang menghalangi jalur udara keluar dari paru-paru kita. Karenanya penting untuk membuka mulut dengan (cukup) besar. Patokan sederhananya adalah mulut harus terbuka minimal dua jari tangan kita bisa masuk. Oke, setelah kita mengambil napas dengan benar (yang harus bisa kita lakukan dalam tempo sepersekian detik ketika dirigen memberikan aba2 untuk mulai). Mulut kita harus sudah terbuka untuk memberi jalan suara bersama udara untuk keluar. Pernah melihat sebuah megaphone kan? Nah, saya rasa tidak ada satu megaphone pun yang bentuknya mengkerucut seperti ">" semua megaphone bentuknya "<". Seperti itu pula lah sikap mulut kita seharusnya. Jangan khawatir bahwa tampang kita ancur :) Orang yang mendengar kita bernyanyi datang untuk mendengarkan nyanyian kita bukan tampang kita.
Selasa, 10 Februari 2009
Teknik dasar
Oke sebagai yang pertama dalam bernyanyi di dalam choir yang harus dimengerti adalah TEKNIK PERNAPASAN.
Pernapasan untuk bernyanyi yang benar adalah pernapasan diafragma. Banyak orang belum menguasai teknik pernapasan ini, karena secara default setiap orang dalam kesehariannya bernapas menggunakan pernapasan dada, yaitu menghirup napas dan menyimpan udaranya hanya di sebagian atas paru-paru mereka. Ini dapat dimengerti karena dalam keseharian orang berbicara menggunakan pernapasan seperti ini.
Sedangkan pernapasan dada tidak memadai untuk menopang/support ketika bernyanyi. Karenanya pernapasan seringkali disebut support dalam bernyanyi. Dengan pernapasan dada kita hanya menggunakan sekitar 3/4 kapasitas paru-paru untuk menyimpan udara. Hal ini tidak mencukupi apalagi ketika kita akan menyanyikan lagu-lagu yang cukup panjang, kita akan segera kehabisan udara dan akibatnya suara kita menjadi tidak stabil, goyang.
Oleh karena itu penting untuk segera menguasai pernapasan diafragma. Untuk melatihnya kita dapat membiasakan dengan pernapasan perut terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
1. Badan rileks.
2. Hirup udara dengan mulut dan hidung bersamaan.
3. Kembangkan perut hingga maksimal
Cara termudah untuk mendeteksi kesalahan dalam bernapas adalah dengan memperhatikan sikap bahu/pundak. Jika kita bernapas dengan perut, pundak kita tidak / tidak boleh bergerak. Kontras dengan pernapasan dada bahu kita pasti akan naik.
Rasakan udara mengisi rongga perut kita di depan. Ulangi langkah2 tadi hingga terasa seluruh rongga perut kita sampai ke samping dan belakang mengencang karena terisi udara.
Jika kita sudah bisa merasakan sampai ke bagian belakang tubuh kita mengembang, berarti kita sudah berhasil melakukan pernapasan diafragma.
Logikanya adalah paru2 kita adalah sebuah objek 3 dimensi, ia dapat berkembang ke depan-belakang, atas-bawah, kiri-kanan. Masuk akal jika kita mengisi seluruh ruang paru2 kita, rongga badan kita akan mengembang ke arah2 tadi juga, bukan hanya perut membuncit. Disebut sebagai pernapasan diafragma karena diafragma kita (sebuah membran di bawah paru-paru) akan bergerak turun, kontras dengan pernapasan dada yang tidak menggerakkan diafragma.
Latih terus teknik ini hingga terbiasa melakukannya setiap akan / ketika bernyanyi
Pernapasan untuk bernyanyi yang benar adalah pernapasan diafragma. Banyak orang belum menguasai teknik pernapasan ini, karena secara default setiap orang dalam kesehariannya bernapas menggunakan pernapasan dada, yaitu menghirup napas dan menyimpan udaranya hanya di sebagian atas paru-paru mereka. Ini dapat dimengerti karena dalam keseharian orang berbicara menggunakan pernapasan seperti ini.
Sedangkan pernapasan dada tidak memadai untuk menopang/support ketika bernyanyi. Karenanya pernapasan seringkali disebut support dalam bernyanyi. Dengan pernapasan dada kita hanya menggunakan sekitar 3/4 kapasitas paru-paru untuk menyimpan udara. Hal ini tidak mencukupi apalagi ketika kita akan menyanyikan lagu-lagu yang cukup panjang, kita akan segera kehabisan udara dan akibatnya suara kita menjadi tidak stabil, goyang.
Oleh karena itu penting untuk segera menguasai pernapasan diafragma. Untuk melatihnya kita dapat membiasakan dengan pernapasan perut terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:
1. Badan rileks.
2. Hirup udara dengan mulut dan hidung bersamaan.
3. Kembangkan perut hingga maksimal
Cara termudah untuk mendeteksi kesalahan dalam bernapas adalah dengan memperhatikan sikap bahu/pundak. Jika kita bernapas dengan perut, pundak kita tidak / tidak boleh bergerak. Kontras dengan pernapasan dada bahu kita pasti akan naik.
Rasakan udara mengisi rongga perut kita di depan. Ulangi langkah2 tadi hingga terasa seluruh rongga perut kita sampai ke samping dan belakang mengencang karena terisi udara.
Jika kita sudah bisa merasakan sampai ke bagian belakang tubuh kita mengembang, berarti kita sudah berhasil melakukan pernapasan diafragma.
Logikanya adalah paru2 kita adalah sebuah objek 3 dimensi, ia dapat berkembang ke depan-belakang, atas-bawah, kiri-kanan. Masuk akal jika kita mengisi seluruh ruang paru2 kita, rongga badan kita akan mengembang ke arah2 tadi juga, bukan hanya perut membuncit. Disebut sebagai pernapasan diafragma karena diafragma kita (sebuah membran di bawah paru-paru) akan bergerak turun, kontras dengan pernapasan dada yang tidak menggerakkan diafragma.
Latih terus teknik ini hingga terbiasa melakukannya setiap akan / ketika bernyanyi
Selamat Datang
Selamat Datang di Blog baru saya. Di Blog ini saya akan mengupas teknik dan liku-liku bernyanyi dengan baik di dalam sebuah choir atau paduan suara berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan dari berkecimpung dalam sejumlah choir terutama yang saat ini saya ikuti. Caelicola Choir.
Langgan:
Entri (Atom)
